Jumat, 20 Juni 2014

7 Mitos tentang Berkacamata Pada Anak




Ø  Mitos 1
Berkacamata = Sakit Trachoma
            Pada jaman colonial Belanda, penyakit mata Trachoma melanda sebagai wabah. Agar tidak menular salah satu yang disarankan adalah memakai kacamata. Karena kejadian itulah, kita sebagai generasi berikutnya sesudah era bapak dan kakek kita yang mengalami wabah trachoma itu masih sering mendengar persepsi memakai kacamata sama dengan sedang sakit trachoma, padahal beda banget. Mata minus atau plus adalah kelainan mata sedangkan trachoma adalah penyakit mata. Mata minus diperbaiki dengan alat bantu kacamata, trachoma disembuhkan dengan obat.
Ø  Mitos 2
Kecil Kecil Kok Sudah Berkacamata ; Nanti Saja Kalau Sudah Besar
            Masa anak – anak adalah masanya mendapar persepsi gambar yang baik dan sempurna dari setiap benda yang dilihatnya agar baik pula kesan dan rekaman di dalam pikiran, imaginasi dan intuisinya tentang benda-benda tersebut. Jika sejak kecil, segala hal dilihatnya dengan buram dan tidak jelas maka gambaran dalam pikiran, imaginasi dan intuisinya pun tidak tepat. Lebih lagi ketika anak memasuki massa sekolah, dimana diperlukan penglihatan yang jelas untuk menyalin tugas di papan tulis atau melihat peragaan guru di depan kelas. Ketika penglihatannya tidak jelas, maka proses menerima pelajarannya pun menurun dan bisa berakibat prestasi yang menurun dan bisa berakibat prestasi yang menurun pula. Jadi segerakan perikasakan kondisi penglihatan anak ketika ditemui tanda-tanda ada kekurangan pada penglihatannya. Tidak usah menunggu anak besar, karena justru sejak kecil anak berhak mendapat mendapat kesempatan melihat dengan jelas, agar rekamannya atas benda-benda juga benar.
Ø  Mitos 3
Kacamata Dipakai Terus Kok Minusnya Nambah ?
            Kacamata bukan obat untuk menyembuhkan kelainan penglihatan. Kacamata adalah alat bantu untuk mengatasi kelainan mata, sebagaimana tongkat adalah alat bantu bagi si pincang dan bukan mengembalikan kaki si pincang. Atau sebagaimana alat bantu dengar mengatasi kekurangan pendengaran tapi tidak mengembalikan kemampuan dengar telinga.
            Minus seseorang bertambah karena beberapa factor antara lain sebab bentuk bola mata yang berkembang memanjang (biasanya karena efek pertumbuhan masa anak-anak, penyakit ataupun kejadian ekstrem yang mengubah struktur mata misalnya kecelakaan, ataupun kebiasaan yang berhubungan dengan pola pemakaian penglihatan tertentu, dilakukan dalam waktu yang lama. Pemakaian kacamata bukan penyebab bertambah atau berkurangnya ukuran minus seseorang. Tetapi patut diperhatikan dalam pemakaian kacamata : ukuran yang tepat, titik focus yang terpasang tepat sesuai dengan focus mata, setelan yang pas dan lensa yang bersih.
Ø  Mitos 4
Minus Turun Karena Rajin Minum Jus Wortel
            Mata minus terjadi karena bentuk bola mata yang memanjang secara tidak seimbang melebihi normalnya. Minum jus wortel tidak membawa perubahan perubahan apa-apa pada bentuk bola mata, sehingga tidak membawa dampak pada bertambah atau berkurangnya minus. Minum jus wortel memberikan kesehatan pada kondisi mata secara keseluruhan.
Ø  Mitos 5
Kacamata Dipakai Jarang-Jarang Saja Agar Minus Tidak Bertambah
Kacamata adalah alat bantu penglihatan agar melihat segala sesuatu menjadi jelas dan nyaman. Memaksakan pemakaian kacamata seminimal mungkin berarti mengorbankan penglihatan jelas dan nyaman setiap saat. Bertambahnya minus adalah sebab karena pertumbuhan bola mata, penyakit, kecelakaan, atau pola kebiasaan tertentu bukan karena frekuensi pemakaian kacamata. Justru dengan tidak memakai padahal mata membutuhkan, mata dipaksa bekerja ekstra, dimana menyebabkan keluhan-keluhan sakit kepala, mata berair, mata lelah, hingga pusing.
Ø  Mitos 6
Pakai Lensa Yang Murah Saja, Toh Sebentar Lagi Ganti
            Maksud memakai kacamata adalah perbaikan penglihatan. Kualitas kacamata sebagai alat bantu penglihatan, selain ditemukan bingkai yang sesuai dan nyaman, lebih banyak ditentukan oleh kesesuaian ukuran lenda dan kualitas lensa. Memilih lensa yang ‘apa adanya’ berarti mengorbankan hak anak untuk mendapat penglihatan terbaiknya selama memakai lensa yang ‘apa adanya’ tersebut. Sebagai orangtua sebaiknya mengubah pola piker menjadi ‘biarlah membayar lensa lebih mahal, asal penglihatan sang anak mendapat yang terbaik, walau untuk waktu yang singkat, karena masa kanak tidak terulang..
Ø  Mitos 7
Ketika Membaca, Kacamata Minus Dilepas Saja
            Sewaktu membaca, maka melihat dekat dan memerlukan akomodasi. Anak yang mengalami myopia dan menggunakan kacamata minus, ketika membaca tanpa kacamata nilai akomodasinya jadi berlebih, sedangkan ketika membaca dengan kacamata nilai akomodasinya adalah normal. Jadi, anak berkacamata minus sebaiknya tetap menggunakan kacamata ketika membaca atau menulis. [NK]

Sumber            :
-          Mata Jakarta. Media Komunikasi Optik Jakarta MATA JAKARTA.2011

Penerapan konsep asuhan keperawatan mandiri dalam merawat klien dengan diabetes mellitus




PENDAHULUAN
Diabetes Mellis (DM) adalah penyakit kronis, dapat menimbulkan banyak komplikasi yang kadang dapat mempengaruhi produktivitas klien, bahkan dapat menyebabkan kematian. Faktor utama timbulnya banyak komplikasi tersebut adalah gula darah yang tidak terkontrol yang sebenarnya dapat dicegah atau dihambat oleh klien sendiri, melalui pengaturan makanan, latihan fisik, medikamentosa, dan perawatan lain.
Pengontrolan ini harus benar-benar dilakukan sendiri oleh klien, karena seperti diketahui penyakit Diabetes Mellitus baik yang tergantung insulin maupun yang tidak tergantung insulin tidak seterusnya dirawat di Rumah Sakit, dimana tim kesehatan dapat membantunya padahal penyakit ini akan dialamai seumur hidup.
Seiring dengan misi “Indonesia sehat 2010” yang menekankan pada upaya-upaya promotif dan preventif yang ditunjang oleh upaya kuratif dan rehabilitatif, diharapkan manusia indonesia dapat memelihara kesehetannya secara mandiri melalui perilaku hidup sehat. Seiring dengan hal tersebut, klien penderita Diabetes harus hidup sehat dengan berbagai keterbatasannya yang diakibatkan oleh kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif.
ASUHAN KEPERAWATAN MANDIRI KLIEN DM
Baik diabetes tergantung insulin maupun tidak tergantung insulin dapat dikendalikan, selain ketergantungan berobat, diperlukan peranan dari diabetes sendiri dalam hal pengaturan diet, olah raga, serta pemahaman tentang diabetes
Pengkajian kemampuan self care (Self Care Ability)
1.      Universal self care requisite
A.    Kemampuan memenuhi intake udara
B.     Kemampuan mencukupi kebutuhan eliminasi & pengeluaran zat sisa
C.     Kemampuan mencukupi kebutuhan nutrisi
D.    Kemampuan memenuhi kebutuhan cairan
E.     Kemampuan mempertahankan keseimbangan bersosialisasi
F.      Kemampuan mencegah berbagai bahaya yang mengancam kehidupan dan kelangsungan hidup organ
2.      Developmental Self Care Requisite
Ini ditujukan bagaimana tingkat perkembangan dan tugas-tugas perkembangan yang telah dilakukan berpengaruh terhadap terjadinya diabetes mellitus misalnya riwayat kebiasaan merokok, minum alkohol yang berlanjut sampai dengan sekarang.
MASALAH KETIDAKMAMPUAN MEMPERTAHANKAN INTAKE CAIRAN YANG ADEKUAT
1.      Bantuan sepenuhnya (Totality Compensatory Nursing System)
2.      Bantuan sebagian (Partialy Compensatory Nursing System)
3.      Bantuan yang bersifat dukungan & pendidikan (Supportive Educative Compensatory Nursing S
System)

DAFTAR PUSTAKA

Lewis, Medical Surgical Nursing, 2001
Kozier, Vaughan, Fundamental of Nursing, Mosby Comp, 2004
Pearson Alan, Vaughan Barbara, Nursing models forpractice, Heinemann nursing, London, 1986

Pola Hidup Sehat untuk Jaga Jantung



Jakarta, Kompas - Pola hidup sehat penting bagi penyintas kanker untuk menjaga jantung tetap sehat. Kemoterapi selama masa pengobatan membuat para penyintas kanker masuk dalam kelompok lemah jantung.

Hal itu dikemukakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Budhi Setianto, dalam talkshow ulang tahun ke-10 Cancer Information and Support Center (CISC), Sabtu (20/4), di Jakarta. CISC adalah lembaga nirlaba bagi komunitas kanker di Indonesia. Hadir para penyintas kanker dari sejumlah kota, antara lain Jakarta, Batam, Manado, Bogor, dan Balikpapan. Hadir pula pasien yang tengah menjalani pengobatan kanker.

Menurut Budhi, kondisi lemah jantung pada penyintas kanker ada yang diketahui, ada yang tidak. Karena itu, penyintas kanker perlu menjalani pola hidup sehat untuk menjaga jantung.

Pola hidup sehat yang dimaksud Budhi, antara lain, tidak merokok, olahraga 30 menit setiap hari, mengonsumsi sayur dan buah, serta menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah normal.

Dokter spesialis onkologi radiasi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Soehartati, mengatakan, pola hidup sehat juga penting bagi setiap individu. ”Pola hidup sehat menurunkan potensi kejadian kanker hingga 30 persen,” kata Soehartati.

Dokter spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Persahabatan, Agus Dwi Susanto, mengatakan, individu yang merokok berarti memasukkan racun berbahaya ke tubuh. Dalam sebatang rokok, kata Agus, terkandung 4.000 bahan kimia berbahaya, antara lain karbon monoksida seperti pada asap knalpot, arsenik seperti pada racun tikus, amonia, timbal, dan alkohol.

Di Indonesia, penyakit akibat rokok yang jadi penyebab kematian tinggi adalah tumor paru, tumor mulut dan tenggorokan, penyakit paru obstruktif kronik, stroke, serta penyakit jantung koroner. Rokok juga berdampak negatif bagi orang di sekitar perokok yang turut menghirup asap rokok (perokok pasif).

Kanker serviks

Dalam talkshow Kartini bertema ”Peduli Kanker Serviks” di RSCM Kencana pada hari yang sama, dokter spesialis obstetri ginekologi, Junita Indarti, mengingatkan perlunya vaksin human papillomavirus (HPV) pada anak perempuan sejak usia 10 tahun untuk mencegah kanker serviks.

”Infeksi HPV perlu 3-5 tahun untuk menyebabkan perubahan sel dan butuh 5-10 tahun lesi prakanker pada sel berkembang jadi kanker serviks,” katanya. Imunisasi bisa mencegah perkembangan virus penyebab kanker serviks. (DOE/K15)


Sumber :
Kompas Cetak

Kamis, 16 Januari 2014

Terindah

Bunda...
Senyummu terindah
Tawamu terindah
Hadirmu terindah
Dirimulah satu yang terindah

Bunda...
Sakitku adalah Tangismu
Tangisku adalah Sakitmu
Aku sakit kau juga sakit
Aku menangis kau juga menangis

Bunda...
Kau lah terindah

Nah guys, itu puisi yang tadi berhasil aku buat dalam waktu 5 menit ya dimaklum aja kalau jelek haha.. Harusnya tugas puisi ini aku kerjain dari 1 bulan yang lalu tapi emang karena aku pemalesan akhirnya deadline di waktu dan detik akhir..
Yups,tugas softskill lagi haha dan lagi-lagi aku selalu telat bikin tugas.. (mau jadi apa bangsa ini kalau penerusnya kaya aku semuaaa????!!!!!)
tapi gapapa lah udah peningkatan banget kan segini juga hehe daripada ga ngerjain banget =))

Senin, 13 Januari 2014

Rahasia Surat Misterius (part 1)



                Clara menutup novel  Sherlock Holmes yang baru selesai dibacanya. Huuft, seandainya Sherlock Holmes itu ada di dunia nyata, pasti dia bisa membantuku menemukan si pengirim surat misterius yang belakangan ini sering mengirimiku surat, pikir Clara. Ya, memang sudah hampir 2 minggu ini Clara mendapat banyak sekali surat misterius dengan ciri khas amplop merah dan pengirim yang berinisial ‘AL’. ‘AL’? Siapa dia ya?
                Clara menatap sebuah kardus sepatu di meja belajarnya, ia menyimpan semua surat msterius itu di dalam kardus itu, selain karena suratnya terlalu banyak sehingga ia kehabisan tempat untuk menyimpannya, juga agar surat itu tidak tercecer dimana-mana. Hampir ada 53 surat di dalam kardus itu ditambah satu surat yang sedang ia pegang saat ini, sehingga total 54 surat yang telah ia terima selama 2 minggu belakangan ini.
                Dari semua surat itu, semua ditulis dalam selembar kertas HVS yang dimasukan ke dalam amplop merah dan ditambahkan nama pengirimnya pada pojok kanan bawah amplop bertuliskan ‘AL’. isi surat-surat itu pun bukan sesuatu yang romantis atau menyeramkan seperti surat penggemar dan surat terror yang sering diceritakan di novel-novel, tapi isinya semua seperti kata-kata mutiara, kata-kata penyemangat, dan puisi-puisi romantis persahabatan. Itulah kenapa Clara bingung siapa pengirimnya dan maksud dari surat-surat itu. Karena tak perlu dipungkiri, semangatnya bertambah setiap ia membaca surat yang ia terima itu.
                Ia ingin tahu siapa pengirimnya untuk berterima kasih dan berharap bisa berteman dengannya karena ia merasa terbantu oleh surat-surat itu.
                “Non, makan malam sudah siap. Tuan dan Nyonya juga telah menunggu di meja makan Non”, panggil Mbok Ampat, pembantu sekaligus pengasuh Clara dari sejak Clara masih berumur 2 bulan.
                “Iya mbok, makasih yaa udah ngasih tahu” segera ia membereskan novel-novel kesukaannya yang msih bertebaran di kasurnya dan menyimpan surat-surat misterius itu di kardusnya dan menyimpan kardus itu ke dalam lemarinya. Ia tidak ingin orang tuanya tahu mengenai surat-surat misterius itu, karena mamahnya pasti akan menggodanya. Kalau mamah tahu, dia pasti mengira surat ini dikirim oleh pacarku, padahal kan jangankan pacar, semua teman cowok ku takut pada papah,  pikirnya.
                Tak lama Clara telah bergabung dengan kedua orang tuanya di meja makan untuk makan malam. Suasana makan malam dirumah itu memang selalu hening, karena kata mamah pada saat makan etikanya memang tidak boleh ada yang bersuara sampai makan malam selesai. Kaku memang, tapi karena itu etika yang diterapkan mamahnya sejak ia kecil, Clara terima saja dan sudah sangat terbiasa dengan hal itu.
                Sampai akhirnya makan malam selesai, dan mbok Ampat membereskan piring dan gelas kotor bekas makan malam, suasana meja makan masih hening. Aneh, biasanya mamah dan papah selalu bertanya mengenai kegiatan aku hari ini, bagaimana di sekolah, dan lainnya. Kok sekarang keduanya masih diem gitu, ada apa ya?” tanda tanya besar menggelayuti pikiran Clara. Hingga ia memutuskan untuk bertanya pada kedua orang tuanya mengenai kegiatan mereka seharian ini.
                “Mah, Pah, gimana kerjaan di kantor hari ini? Ada yang menarik?” tanya Clara sambil memainkan minumannya.
                “Begitulah sayang, seperti biasa saja. Sayang, kalau kamu kami tinggal selama 1 tahun keluar negeri, nggak apa-apa kan?” ujar mamahnya.
“Hah?? Satu tahun? Lama banget mah, emang ada apa? Kok sampai selama itu?”.
“Ada proyek besar di London Clara sayang, kamu ngerti ya? Disini kamu kan ditemani sama mbok Ampat, terus ajak saja temanmu menginap disini biar kamu nggak kesepian, gimana? Nanti saat libur semester kamu bisa ke London menengok mamah sama papah. Oke?” tanya mamah.
London??? Tanah kelahiran Sherlock Holmes yang aku suka? Tempat yang selama ini Cuma bisa aku bayangin aja? Berarti kalau mamah papah ada proyek disana selama 1 tahun, dan aku bisa kesana setiap libur semester, berarti dalam 1 tahun aku bisa kesana 2 kali dong? Akhirnyaaaaa !.
Tanpa disadari, dirinya malah seyum-senyum sendiri membayangkan liburan ke London. Apa yang akan dilakukannya di London nanti.
“Hush, kok malah senyum-senyum gitu? Jadi nggak apa-apa kan kalau kami tinggal sayang?” tegur mamah.
“Iya mah nggak apa-apa kok, kapan mamah sama papah berangkat?”.
“Besok”, jawab mamah singkat sambil beranjak dari meja makan menuju kamar bersama papah.
                “Besok?? Kok ngedadak banget mah? Memangnya udah persiapan dan lainnya?”
                “Tentu, tinggal berangkat kok, baju dan perlengkapan semua nya akan duluan dikirim malam ini. Sekarang kamu tidur, besok kamu nggak usah nganter ke bandara, kamu besok ada seleksi cheers kan?” ujar mamah sambil masuk ke kamarnya.
                Huh, mau pisah lama sama anaknya kok nyantai gitu kaya yang Cuma mau pisah sehari, batin Clara.

To be Continued...


ORGANISASI

Hari ini 13 Januari 2014...
Pengalaman Perdana nihh update di PC perpustakaan kampus!!
iseng sih sebenernya sambil nunggu jam 1 siang aja, diluar juga hujan jadi daripada bengong mending numpang OL :D
Mau share apa ya hari ini??
Share tentang keorganisasian deh, boleh ya??:)

ORGANISASI

Guys, kalian tahu kan organisasi itu apa? Kalau menurut aku sih organisasi itu wadah buat kita mengaktifkan dan mengembangkan diri.. Di organisasi kita bisa mengeluarkan pendapat dan isi pemikiran kita tanpa harus takut pendapat kita dicela..
Organisasi juga banyak macemnya kok.. Organisasi itu engga selalu kaku kaya OSIS, BEM, MPK, Senat dll nya gitu.. Suatu komunitas juga didalamnya pasti ada organisasi yang membantu mengembangkan komunitas itu agar menjadi komunitas yang sesuai dengan apa yang menjadi dasar terbentuknya komunitas itu.
Dan biasanya orang yang aktif di organisasi itu punya daya nalar berpikir selangkah lebih maju daripada mereka yang engga berorganisasi..
Di Organisasi juga punya perangkat/bagian divisinya sendiri.. Diantaranya :
_ Ketua Umum
_ Sekretaris
_ Bendahara
_ Pelatihan
_Logistik
_ Humas
_ dll

tapi sebenernya sih tergantung bentuk organisasi nya itu sendiri..

Udah dulu kali ya?hehehe ada bahan lain yang mau aku share :D

No Tittle (Part 1)

Hai Blogger! Apa kabar? hehehe tumben ya aku kaya gini? biarin lah ya.. Btw, aku mau nyerita nih :D 
kata orang sih kalau kita ingin semua moment tetap terasa manis dan menyenangkan, abadikan moment itu, baik lewat foto atau tulisan. Karena hanya 2 hal itu yang bisa mengawetkan suatu kenangan agar tetap terasa tanpa kehilangan manisnya moment tersebut hehe

Hmmm.. Semua ini berawal dari hari Selasa, 23 Desember 2013 yang lalu...
Mata kuliah softskill sore itu terasa berbeda dari mata kuliah softskill sebelum-sebelumnya, sore itu kelas C2 kedatangan seorang penulis yang telah menerbitkan beberapa novel, dan novel nya kebanyakan diterbitkan oleh salahsatu penerbit terkenal di Bandung. Beliau bernama akang Fatizam :) Softskill sore itu berisi motivasi menulis dan membaca, 2 hal yang paling jarang dilakukan oleh mahasiswa sekarang. Mahasiswa sekarang jangankan menumpahkan curahan dan inspirasinya ke dalam suatu tulisan, untuk menulis tugas pun tampaknya sudah menjadi hal terberat yang harus dilakukan hahaha
Tapi sore  itu Kang Fatizam memberi motivasi hebat untuk aku sih khusunya, gatau deh kalo anak-anak lain haha Tapi jujur aja, motivasi aku jadi bangkit kembali karena kang Fatizam, aku mulai menulis lagi dan mengisi blog haha
Tugas dari kang Fatizam hari itu hanya 3, yaitu Membaca, Menonton Film, dan Jalan-Jalan! WOW tau ga? haha dosen mana coba yang bisa ngasih tugas kaya gitu selain di Softskill?hehe Ya iyalah anak-anak pada semangat banget