PENDAHULUAN
Diabetes
Mellis (DM) adalah penyakit kronis, dapat menimbulkan banyak komplikasi yang
kadang dapat mempengaruhi produktivitas klien, bahkan dapat menyebabkan
kematian. Faktor utama timbulnya banyak komplikasi tersebut adalah gula darah
yang tidak terkontrol yang sebenarnya dapat dicegah atau dihambat oleh klien
sendiri, melalui pengaturan makanan, latihan fisik, medikamentosa, dan
perawatan lain.
Pengontrolan
ini harus benar-benar dilakukan sendiri oleh klien, karena seperti diketahui
penyakit Diabetes Mellitus baik yang tergantung insulin maupun yang tidak
tergantung insulin tidak seterusnya dirawat di Rumah Sakit, dimana tim
kesehatan dapat membantunya padahal penyakit ini akan dialamai seumur hidup.
Seiring
dengan misi “Indonesia sehat 2010” yang menekankan pada upaya-upaya promotif
dan preventif yang ditunjang oleh upaya kuratif dan rehabilitatif, diharapkan
manusia indonesia dapat memelihara kesehetannya secara mandiri melalui perilaku
hidup sehat. Seiring dengan hal tersebut, klien penderita Diabetes harus hidup
sehat dengan berbagai keterbatasannya yang diakibatkan oleh kekurangan hormon
insulin baik absolut maupun relatif.
ASUHAN KEPERAWATAN MANDIRI KLIEN DM
Baik
diabetes tergantung insulin maupun tidak tergantung insulin dapat dikendalikan,
selain ketergantungan berobat, diperlukan peranan dari diabetes sendiri dalam
hal pengaturan diet, olah raga, serta pemahaman tentang diabetes
Pengkajian
kemampuan self care (Self Care Ability)
1. Universal
self care requisite
A. Kemampuan
memenuhi intake udara
B. Kemampuan
mencukupi kebutuhan eliminasi & pengeluaran zat sisa
C. Kemampuan
mencukupi kebutuhan nutrisi
D. Kemampuan
memenuhi kebutuhan cairan
E. Kemampuan
mempertahankan keseimbangan bersosialisasi
F. Kemampuan
mencegah berbagai bahaya yang mengancam kehidupan dan kelangsungan hidup organ
2. Developmental
Self Care Requisite
Ini
ditujukan bagaimana tingkat perkembangan dan tugas-tugas perkembangan yang
telah dilakukan berpengaruh terhadap terjadinya diabetes mellitus misalnya
riwayat kebiasaan merokok, minum alkohol yang berlanjut sampai dengan sekarang.
MASALAH
KETIDAKMAMPUAN MEMPERTAHANKAN INTAKE CAIRAN YANG ADEKUAT
1. Bantuan
sepenuhnya (Totality Compensatory Nursing System)
2. Bantuan
sebagian (Partialy Compensatory Nursing System)
3. Bantuan
yang bersifat dukungan & pendidikan (Supportive Educative Compensatory
Nursing S
System)
DAFTAR
PUSTAKA
Lewis, Medical Surgical Nursing, 2001
Pearson Alan, Vaughan Barbara, Nursing models forpractice, Heinemann
nursing, London, 1986
Tidak ada komentar:
Posting Komentar